24 Januari 2015

Bahaya Lalai Mengganti Pembalut


G-Spot-Saran para ahli kesehatan reproduksi untuk mengganti pembalut setidaknya setiap 4 jam, tidak sekadar untuk memastikan agar pembalut yang penuh cairan menstruasi tidak meningkatkan kelembapan kulit di area vagina, melainkan juga untuk menghindari terjadinya TSS (Toxic Shock Syndrome); yaitu infeksi yang terjadi karena kulit yang lembap teriritasi, terjadi luka terbuka, dan dimasuki bakteri.

Pada awalnya, TSS diyakini hanya dipicu oleh penggunaan tampon atau alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam saluran vagina. Hal ini disebabkan karena gangguan TSS pertama kali dialami dunia pada tahun 1970-an, dan penderita terbesar dialami oleh pengguna tampon. Tetapi kemudian diketahui bahwa kondisi tersebut dapat dialami setiap perempuan pada masa menstruasi, jika kesehatan kulitnya tidak terjaga secara baik. Luka kecil yang disebabkan iritasi karena kelembapan kulit yang meningkat jika terpapar oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes, dapat memicu TSS ini.
  • Gejala TSS Demam (suhu tubuh lebih dari 38 derajat C)
  • Nyeri otot dan rasa lesu
  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Pusing hingga nyaris pingsan
  • Luka atau ruam pada area kulit vagina
  • Nyeri tenggorokan
  • Mata memerah
Adakah cara untuk menghindari TSS?

Pastikan untuk mengganti pembalut setiap 4 jam
Jika terjadi ruam atau luka iritasi ketika menstruasi, bersihkan luka, dan tutuplah dengan perban. Ganti perban setiap hari.
Pastikan luka tidak mengalami tanda infeksi seperti; pembengkakan, nyeri, atau kemerahan.

Jika gangguan berlanjut, jangan segan memeriksakan diri ke dokter. TSS adalah gangguan kesehatan yang mudah diatasi - jika sejak awal ditangani secara tepat - sehingga tidak menyebabkan gangguan reproduksi yang lebih serius.

Tidak ada komentar:
Write komentar